Wednesday, June 29, 2011

Di ANTARA PERCAYA DAN HARUS PERCAYA

    Di hari ini 29 juni 2011, Saya baru melihat hal ini yang pertama kalinya seumur hidup. Di  antara takut, istighfar, dan Cuma bisa menyebut nama Allah.
Peristiwa ini membuatku sadar bahwa manusia ini tidak ada apa apanya di bandingkan takdir, nasib dan ketentuan dari sang pencipta.
  
    Sebuah kecelakaan lalu lintas yang sangat tragis, pengendara motor ber tabrakan dengan sebuah mobil tanki air. Entah siapa yang salah dan benar karna saya sendiri tidak melihat lansung kejadian pas nya.
Waktu itu saya sedang   berada di tempat kerja bersama satu teman. Ketika sedang asyik ngobrol tiba tiba dari luar atau dari jalan raya terdengar suara gubraaakk, jelas banget seperti benda yang berbenturan keras, dan tidak selang lama ada suara teriakan dari para pengendara lain yang menyaksikan kejadian itu. Mendengar suara tersebut saya dan teman yang sebelumnya masih asyik berbincang langsung berdiri dan lari melihat kejadian di depan atau di jalan raya.
   
  Ketika para pengendara serentak menghentikan kendaraannya terlihat kurang lebih 20 meter dari tempat saya berdiri motor dan dua orang penumpangnya terdapat jatuh di tengah jalan raya.  Yang satu duduk sambil mengacung acungkan jarinya ke arah mobil tanki air yang ternyata mobil itulah yang menyebabkan dia terjatuh dari motornya.
    Sementara yang satu lagi dalam posisi tergeletak, melihat itu saya langsung lari menghampiri korban. Semakin dekat semakin jelas terlihat seperti apa keadaan si  korban. Ketika jelas seperti apa keadaanya “Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, spontan saya langsung mengucapkan itu.
Maaf kalau saya harus menceritakan keadaanya, Kepala hancur sebelah, dari perut keluar lambungnya, daging hancur berserakan ( ketika sedang mengetik  ini, jari kaku dan ucapan ucapan Astaghfirullah terus saya ucapkan, karna baru 4 jam yang lalu kejadian itu terjadi).

    Saya dan orang orang yang ber ada di sekitar kejadian ahirnya hanya menolong satu pengendara yang ternyata ini adalah bapak dan anak. Dan yang meninggal ini adalah anaknya. Menurut beberapa kesaksian menuturkan bahwa korban sedang dalam perjalanan menuju pulang setelah berobat amandel dari balaraja tangerang  menuju ke bekasi. Anak yang di harapkan sembuh setelah berobat, ternyata Tuhan berkehendak lain.
    Kurang lebih duapuluh menit polisi yang di telpon baru datang, lansung mengevakuasi korban. Suasana jalan macet total, tiap  ada yang melihat korban  pengendara hanya bisa menutup mata dan menyebut  Asma Allah.
Setelah korban di evakuasi situasi jalan mulai normal, polisi membawa korban ke polsek cikupa Tangerang beserta sopir tanki yang menyebabkan kejadian ini. Sementara bapak dari korban meninggal ini di bawa ke rumah sakit terdekat.  

    Setelah situasi normal, saya menuju ke tempat kerja saya lagi, menurut beberapa kepercayaan bila ada kejadian seperti ini biasanya tempat tadi di siram denga air dan di lempari pake uang logam, entah apa maksud dan tujuanya. Tapi walaupun saya ga tau maksudnya menyiram air dan melempar dengan uang logam pun saya lakukan.
Tetapi sebelum melempar dengan uang logam ke tempat kejadian tadi, ada satu kejadian aneh, dan sangat sangat aneh. Ketika itu saya lagi berbincang dengan salah satu pedagang kaca mata di pinggir jalan yang sama sama melihat kejadian tadi, tetapi keadaan sudah sepi tidak ada kerumunan orang seperti sebelumnya.

SAYA : Bentar ya saya tinggal !!
PKM   : Mau kemana pak
SAYA : Mau tuker uang logam ke  warung sebelah
PKM   : IYA,,

    Perjalanan dari pedagang kaca mata ke warung yang saya tuju kurang lebih 25 meteran. Di tengah tengah saya menuju ke warung tiba tiba ada yang melempar uang logam seratus rupiah tepat di depan dan berhenti di kaki saya. “Sialan” dalam hati, tadi bukanya di kasih di sana, (aku pikir tukang kaca mata yang melempar)
Uang logam itu pun saya ambil, terus melanjutkan untuk ke warung untuk mencari tambahanya. Di warung di kasih limaratus rupiah sebagai tambahanya. Jadi ada enamratus rupiah uang yang saya lempar ke tempat kejadian kecelakaan tadi. Setelah selesai melempar saya kembali menuju ke tukang kaca mata, karna tempat dia jualan persis di depan tempat kerja saya.

SAYA : Tadi ngelempar uang logam ya
PKM   : Engga
SAYA : Berarti sapa yang ngelempar?
PKM   : Ga tau, kan ga ada orang ….

“iya juga ya” dan bisa di pastikan ga ada orang lain di sekitar situ…Aneh ya!!!
Di ANTARA PERCAYA DAN HARUS PERCAYA

Jika anda ingin melihat gambar kejadiannya klik di sini,  maaf bagi yang kurang tahan  dengan hal hal seperti ini lebih baik jangan di klik. 

2 comments:

EPO said...

Terima kasih buat infonya.
Saya termasuk salah satu rekan korban.
Semalam jenazah anaknya sudah dimakamkan di TPU Kebon Nanas, Jatinegara.
Sementara bapaknya, saat ini sedang mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di bilangan Pondok Bambu.
Kita doakan saja semoga Almarhum diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan

Edys Blogg said...

amien,, terimakasih juga untuk info lanjutanya!!!

Post a Comment